
“Suatu hari, aku membaca sebuah buku, dan seluruh kehidupanku pun berubah.''
Patah-patah kata di atas membuatkan saya tidak senang duduk. Membuatkan saya mahu cepat mencari dan membaca buku itu. Semua ini bermula selepas saya membaca entri ini, The New Life, Orhan Pamuk - Sihir Sebuah Buku yang ditulis oleh jalaindra.
Rakam jalaindra lagi dari buku itu;
“Si pengembara muda begitu bertekad untuk menemukan dunia antah berantah itu, sampai dia membiarkan dirinya diangkut tanpa henti di jalan yang akan membawanya ke tepi perbatasan.”
Ini membuat saya mahu cepat berlari ke Kuala Lumpur membeli buku ini,The New Life, karya Orhan Pamuk. Tidak sabar rasanya menunggu Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur pada 17 hingga 26 April 2009 . Oh, lamanya 17 April itu. Andainya saya di KL, sudah tentu hari ini pun saya membelinya. Tapi saya di perbatasan Thailand-Malaysia. Jauh dengan KL, jauh dengan dunia buku.
Lagi catatan Orhan Pamuk oleh jalaindra;
“Ketika aku duduk di belakang mejaku, selama beberapa hari, bulan, bahkan tahun, perlahan-lahan menuliskan kata-kata baru ke dalam halaman kosong, aku merasa seperti aku tengah menciptakan sebuah dunia baru.”
“Suatu hari, aku membaca sebuah buku, dan seluruh kehidupanku pun berubah”
“Suatu hari, aku membaca sebuah buku, dan seluruh kehidupanku pun berubah”
Ya, saya pun tersihir. Benar-benar disihir.Tidur malam saya pun gelisah kerana penasaran ingin baca buku itu.
Pamuk atau Jalaindra yang sihir saya?
Nota: Terima kasih Jalaindra.